Selasa, 08 Agustus 2017

Mirisnya Pendidikan di Negaraku Indonesia

                                                         Kelas Rusak : berita.suaramerdeka.com


Bogor - Ketika berbicara tentang Indonesia, mari kita lihat sejenak apa sih yang negara ini punya? Indonesia itu besar sekali! Pulau di negara kita saja ada sekitar 17. 506 pulau, 1. 340 suku, dan dihuni hampir 300 juta jiwa yang juga telah di nobatkan sebagai negara dengan populasi terbesar ke-empat di dunia! Masih banyak lagi kehebatan Indonesia, apalagi dengan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa besar. Namun... mengapa pendidikan di negaraku ini minim sekali?

Sebagai bukti, mengutip dari Wikipedia, berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan Undang-Undang nomor 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah mesti mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD di luar gaji pendidik dan biaya kedinasan. Namun pada tahun 2007, alokasi yang disediakan tersebut baru sekitar 17.2%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand, dan Filipina yang telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan lebih dari 28%. Tetapi Pemerintah pada 2017 ini menyatakan kalau Pendidikan akan di naikan anggarannya menjadi 20%, berarti masih tetap saja unggul ketiga negara tersebut, kan?

Bukankah itu bukti nyata kalau pemerintah kita tidak terlalu mengutamakan pendidikan di negara super besar ini? Di sela-sela pembangungan infrastruktur Kota Jakarta yang hampir dikatakan mewah saat ini. Padahal andaikata pembangunan pendidikan di negara ini lebih di utamakan, mungkin tak akan ada kata lagi anak yang putus sekolah, mengingat besarnya angka kemiskinan di Indonesia dan juga angka penganggurannya. 

Bila di tilik, atau coba kalian perhatikan sekitar, lebih banyak mana sekolah Negeri dengan Swasta? Di tempatku lebih dominan Swasta dengan biaya sekolah yang sangat menguras kantong orang tua. Tak jarang ada orang tua yang lebih memilih tak melanjutkan anaknya sekolah tentu karena biaya. 

Dunia yang telah berubah dari era manual ke era globalisasi, lulusan sekolah dasar masih lebih unggul ketimbang SMP, SMK atau bahkan D3. Sekali lagi membuktikan angka pendidikan di Indonesia ini masih sangat kurang optimal. Padahal dari anak-anak bangsa Indonesialah, kelak akan tumbuh generasi penerus bangsa yang akan membangun pertumbuhan ekonomi bangsa ini. Tetapi kalau anak-anak bangsa ini banyak sekali yang putus sekolah atau bahkan sama sekali tidak sekolah, apa akan tercapai Indonesia yang maju?

Tetapi semoga untuk pelajar-pelajar Indonesia yang telah menyicipi indahnya sekolah, gapailah mimpimu dan ubahlah Indonesia kepada arah yang lebih baik. Kalau bukan kita generasi-generasi muda? Siapa lagi yang akan menyelamatkan moral bangsa ini?